Pelaku Perampokan Terbesar di Indonesia Tertangkap

Pelaku Perampokan Terbesar di Indonesia Tertangkap

Ilustrasi

Rabu, 22 Juli 2009 | 02:15 WITA

SETELAH memburu pelaku selama empat hari, sejak Jumat (17/7), Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya menangkap 10 orang yang diduga merampok uang milik Bank Negara Indonesia (BNI) di Tanjung Duren, Jakarta Barat. Empat orang masih dinyatakan buron.

Inilah mungkin merupakan perampokan terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Perampokan bukan dalam arti konotatif tentunya. Uang yang mereka rampok berjumlah fantastis, yaitu Rp 15 miliar.
Karena begitu besarnya jumlah uang yang dirampok, spekulasi sempat beredar. Motif perampokan itu diduga terkait dengan peledakan hotel JW Marriott dan Ritz Carlton. Uang rampokan diduga untuk membiayai aksi terorisme yang menewaskan sembilan orang itu.
Namun Polda Metro Jaya memastikan, tidak ada kaitan antara perampokan Rp 15 miliar dengan aksi bom bunuh diri yang meluluhlantakkan kedua restoran di dua hotel tersebut. Motif perampokan itu murni penguasaan uang.
“Masih banyak yang belum kita tangkap,” kata Kepala Satuan Kejahtan dan Kekerasan (Jatanras) Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Nico Afinta, di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (21/7).
Menurut Nico, beberapa orang dari 10 pelaku itu ditangkap pada waktu berbeda dan di tempat berbeda. Mereka ditangkap antara Jumat (17/7) dan Sabtu (18/7). Tempat penangkapan di Cilincing, Bandung, Banten, dan Karawang. Sementara empat pelaku diburu hingga Sumatera.
Pelaku yang pertama kali ditangkap adalah Abdul Mubalig. Ia adalah sopir mobil PT Certis Sisco yang membawa uang Rp 15 miliar itu dari BNI Tangerang ke BNI pusat di Jl Jenderal Sudirman, Jakarta. Dari Abdul Mubalig polisi mengetahui persembuyian pelaku lainnya.
Ini unik. Sebab Abdul pertama kali justru dikabarkan sebagai korban yang disandera perampok. Keluarganya pun sempat cemas menyangka Abdul disekap dan disakiti oleh kawanan perampok. Ternyata Abdul justru merupakan salah satu pelaku utama.
Pelaku yang juga ditangkap pada hari yang sama adalah Aceng Idrus. Ia disebut-sebut merupakan kiai dari Banten. Tugas Aceng adalah menyirep polisi pengawal mobil uang, Bripda Edi Purnawan. Namun sumber lain menyatakan, Edi bukan disirep tetapi dipukul hingga tak berdaya.
Apakah benar ini merupakan perampokan terbesar di Indonesia. Setidaknya tidak ada catatan perampokan lain dalam 10 tahun terakhir yang sebesar ini.(jid/berbagai sumber)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: