Bahaya; Cadangan Minyak Indonesia Akan Habis 10 tahun Lagi

Bahaya, :

Jakarta – Cadangan minyak Indonesia saat ini hanya tinggal 3,7 miliar barel. Cadangan  ini diperkirakan akan habis 10 tahun lagi.

Hal ini disampaikan Guru besar Ekonomi dan Pengelolaan Lapangan Migas ITB, Widjajono Partowidagdo dalam acara peluncuran bukunya yang berjudul ‘Migas dan Energi di Indonesia, Permasalahan dan Analisis Kebijakan’ di Galeri Cemara, Jalan HOS Tjokroaminoto, Jakarta, Jumat (3/7/2009).

“Jadi tidak benar kalau kita disebut sebagai negara yang kaya minyak,” kata Widjajono.

Menurut Widjajono, kondisi ini perlu disadari masyarakat Indonesia agar bisa berperilaku tepat dalam penggunaan minyak. “Kalau kita menyangka, negeri ini adalah negeri kaya minyak maka kita akan berperilaku tidak tepat, kita ingin harga BBM kita murah,” jelasnya.

Widjajono menjelaskan di negara lain yang cadangan minyaknya tidak berbeda jauh dengan Indonesia, harga premium disana  US$ 1,1 per liter atau Rp 11.000 per liter, sementara di Indonesia RP 4500 per liter.

“Kalau di negara yang kaya minyak seperti Iran kalau BBM dijual dengan harga Rp 1.000/liter. Bahkan kalau gratis, mereka tidak masalah karena disana konsumsi minyak hanya 10 persen dari subsidinya. Cadangannya pun masih sangat besar yaitu 138 Milyar barel,” paparnya.

Lagipula, lanjut  Widjajono, meskipun Iran negeri kaya minyak namun konsumsi bensin di sana dibatasi.

“Di sana disediakan energi alternatif yaitu BBG yang harganya sama bensin sehingga transportasi disana menggunakan BBG,” ungkapnya.

Begitupun untuk kebutuhan hidup sehari-hari, kata Widjajono, masyarakat di sana tidak menggunakan minyak maupun elpiji namun menggunakan gas kota.

“Di Iran, untuk masak mereka pakai gas kota. Minyaknya mereka ekspor, mereka menggunakan Cadangan Minyak RI Hanya Cukup untuk 10 Tahun Lagi
yang murah dan jual yang mahal. Kalau Indonesia tidak rasional, pakai yang mahal dengan harga murah akibatnya yang murah tidak muncul,” tegasnya.

Lebih parah lagi, katanya dalam ‘Orientasi Migas 2005 untuk Wartawan, LSM, dan Perguruan Tinggi’ di Yogyakarta, justru hal ini berlangsung di tengah-tengah harga jual BBM dalam negeri yang sangat rendah, sehingga membuat securtity of supply terganggu.

Mempertahankan harga BBM dalam negeri yang rendah di tengah candangan minyak yang kecil dan produksi terus menurun, sementara konsumsi terus meningkat akan sangat membahayakan security of supply kebutuhan energi di masa depan.

Sementara sumber energi alternatif nonminyak yang jumlahnya lebih banyak tidak bisa dikembangkan akibat harga BBM yang sangat murah, katanya.

Dia mengatakan, dalam beberapa minggu belakangan ini kelangkaan BBM sudah mulai dirasakan rakyat.

“Kelangkaan BBM bukan semata-mata soal cash flow pertamina, namun lebih merupakan dampak dari suatu sistem baru yang tidak berjalan secara benar antara kebijakan korporasi dan pricing policy(*/bun)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: