Mau Rubah Takdir, eh Malah Hamil

Malang betul nasib Imas (16) Siswi kelas 2 SMU Serang, yang hamil oleh seorang dukun cabul beranak 9. Hal ini bermula sekitar Bulan Juni 2008. Pada saat itu korban bersama teman sekampung main ke rumah orang tua tersangka. Melihat kemolekan tubuh bongsor dan kecantikan korban, muncul pikiran mesum dibenak tersangka. Suprani yang dikenal sebagai dukun yang bisa mengobati penyakit ini mendekati sambil mengatakan kalau dirinya pernah bermimpi bahwa korban akan meninggal dunia pada usia 17 tahun tanpa alasan yang jelas.

Mendengar cerita mimpi yang dikatakan Suprani, korban kontan ketakutan. Namun gadis lugu ini mulai gembira ketika diberi tahu bahwa tersangka bisa mengobati secara alternatif. Suprani lalu memberikan syarat bahwa pengobatan itu harus dilakukan sebanyak 3 kali tanpa diketahui orang lain.

Keesokan harinya, korban datang sendirian ke rumah tersangka untuk diobati. Secara kebetulan di rumah tersangka, tidak ada siapa-siapa. Dengan dalih bagian dari ritual pengobatan, korban disetubuhi setelah terlebih dahulu dimandikan air mantera. Usai melampiaskan nafsu bejadnya, korban diancam agar tidak cerita kepada siapapun. Karena takut akan ancaman, perbuatannya bejad itupun terus-terusan dilakukan disaat istri dan anak-anak pelaku tidak ada di rumah.

Perbuatan bejad itu terbongkar,Senin (27/7), setelah mengetahui dirinya hamil, korban akhirnya menceritakan kepada orangtuanya. Mendengar cerita dari anaknya itu, orangtua korban marah. Setelah rembuk dengan keluarga, tersangka akhirnya ditangkap di rumahnya oleh keluarga korban dan digelandang ke Mapolres Serang.

Ditemui Pos Kota, Suprani mengakui mimpi korban bakal meninggal pada usia 17 tahun hanya akal-akalan untuk bisa menggauli korban. “Biar saya sudah punya istri tapi saya ngga tahan kalau melihat kecantikan dan kemolekan tubuh Omah,” aku bandot tua ini seraya mengatakan siap menjadi bapak yang baik bagi anak yang dikandung Omah.

Kasat Reskrim Polres Serang, AKP. Sofwan Hermanto ketika dikonfirmasi Selasa (28/7), membenarkan kejadian itu. “Tersangka kami jerat dengan UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (Poskota)

Satu Tanggapan

  1. ngeriii😆

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: