Cara Mengobati Flu Babi

Berdasarkan pernyataan dari Badan kesehatan dunia (WHO), bahwa cara mengobati flu babi atau cara menyembuhkan flu babi (virus flu A H1N1) tidak memerlukan obat anti virus Tamiflu ataupun Relenza untuk memulihkan kondisinya. Hal tersebut seperti dilansir oleh Reuters Rabu (13/5).

Petugas kesehatan WHO, Nikki Shindo menyatakan sebagian besar pasien dapat pulih kembali hanya dengan beristirahat dan mengkonsumsi cairan. Dia juga menegaskan tidak perlu memberikan obat antivirus kepada semua orang yang menampakkan gejala flu.

Petugas kesehatan WHO, Nikki Shindo menyatakan bahwa PBB akan segera mempublikasikan panduan baru mengenai cara merawat pasien penderita flu babi. “Kami akan menganjurkan penggunaan antivirus terhadap kelompok yang berisiko tinggi,” tutur Shindo seperti dirilis Reuters. Menurutnya akan lebih baik jika obat disimpan untuk wanita hamil dan pasien dengan kondisi khusus seperti pasien yang memiliki penyakit jantung atau diabetes.

Shindo juga menyampaikan, setidaknya sekitar 10 persen pasien yang diduga tertular flu babi diminta untuk mengunjungi rumah sakit.”Saya pikir itu dorongan yang benar “termasuk untuk cara penyaluran vaksin wabah influenza,” kata dokter wanita berkebangsaan Jepang itu.

Kendati demikian pengembangan vaksin tetap diperlukan untuk menghadapi risiko adanya kemungkinan mutasi virus lebih lanjut. Beberapa ahli mengantisipasi kondisi bila antivirus yang banyak dipakai saat ini tidak dapat mengalahkan virus yang telah menelan 63 korban meninggal dan 5.915 orang sakit di 33 negara tersebut.

“Kita akan menghadapi musim dingin di Amerika Selatan dan bagian selatan lainnya di permukaan bumi ini. Pada musim- itu virus berisiko tinggi melawan antivirus,” ujar Shindo. (war)

Baca juga :
Gejala Flu Babi H1N1
 Flu Babi, Penyebab dan Gejalanya
Siaga Flu Kuda

Gejala Flu Babi H1N1

Menurut Pusat Pengawasan dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat, gejalan influensa ini mirip dengan influensa. Gejalanya seperti demam, batuk, sakit pada kerongkongan, sakit pada tubuh, kepala, panas dingin, dan lemah lesu. Beberapa penderita juga melaporkan buang air besar dan muntah-muntah.

Dalam mendiagnosa penyakit ini tidak hanya perlu melihat pada tanda atau gejala khusus, tetapi juga catatan terbaru mengenai pasien. Sebagai contoh, selama wabah flu babi 2009 di AS, CDC menganjurkan para dokter untuk melihat “apakah jangkitan flu babi pada pasien yang di diagnosa memiliki penyakit pernapasan akut memiliki hubungan dengan orang yang di tetapkan menderita flu babi, atau berada di lima negara bagian AS yang melaporkan kasus flu babi atau berada di Meksiko dalam jangka waktu tujuh hari sebelum bermulanya penyakit mereka.” Diagnosa bagi penetapan virus ini memerlukan adanya uji makmal bagi contoh pernapasan.

Baca Juga :

Cara Mengobati Flu Babi
Flu Babi, Penyebab dan Gejalanya
Siaga Flu Kuda