Foto Teroris Temanggung

Inilah Foto dari Teroris Temanggung (Sadis Banget): Baca lebih lanjut

Iklan

Mbah Surip Meninggal Dunia

Selasa (4/8/2009) pukul 10.30 WIB.  Penyanyi Tak Gendong itu sempat dilarikan ke RS Pusdikkes, Jakarta Timur. Akan tetapi Jika MAut sudah datang, tak ada yang bisa menahannya.

Semoga saja Mbah Surip Meninggal dengan Tenang.

RUSLI ZAINAL SANG VISIONER

Rusli Zainal Sang Visioner

rusli-zainal-sang-visioner

Kali Ini Kita Akan membahas tentang Rusli Zainal yang akrab dengan sapaan Bang Rusli. Beliau dijuluki Rusli Zainal Sang Visioner karenaVisi-visi dan pemikirannya yang jauh kedepan dalam kemajuan pembangunan khususnya di Baca lebih lanjut

Suami Bejat………….!!!!!

Dasar Suami Bejat dan Tidak Bertanggung jawab…..

MEDAN-Petaka yang dialami Yeni Nurhayani alias Yeyen (20) (baca POSMETRO MEDAN edisi Jumat 31 Juli 2009), pun Baca lebih lanjut

Ada yang ngaku sebagai Nabi Isa di Cirebon

Cirebon – Pengakuan sebagai Isa Almasih putera Maryam ditegaskan seorang warga RT 1 RW 14 Permata Harjamukti, Ivan Santoso (43).

“Saya ini memang Baca lebih lanjut

Mau Rubah Takdir, eh Malah Hamil

Malang betul nasib Imas (16) Siswi kelas 2 SMU Serang, yang hamil oleh seorang dukun cabul beranak 9. Hal ini Baca lebih lanjut

Penyebab Mahalnya Biaya Haji

Republika | Sabtu, 25 Juli 2009 – Drai Wawancara dengan Bapak Menteri Agama DR Muhammad Maftuh Basyuni, terungkap pengeybab Mahalnya Biaya untuk naik Haji.

Menteri Agama DR Muhammad Maftuh Basyuni menegaskan banyak “tangan kotor” di seputar pengurusan haji.

“Mengapa setiap tahun urusan haji selalu bermasasalah. Ini karena tangan-tangan kotor yang menjadi masalah. Ternyata tangan saya lebih kecil dari tangan-tangan kotor itu.”

Sehingga tidak dapat diselesaikan dengan baik,” tegas Menag dalam sambutannya saat peluncuran Bank Mega Syariah sebagai Bank Penerima Setoran (BPS) Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) di Jakarta, Jumat malam (24/7).

Padahal menurut Menag, urusan haji merupakan tugas yang paling mudah bagi Depag, diantara tugas-tugas atau fungsi Depag lainnya.

Ditambahkan Menag, selain tangan-tangan kotor tersebut ada juga bank sebagai BPS BPIH yang nakal. ”Bank nakal ini memberi dana talangan bagi calon jamaah haji yang belum mampu dalam masalah dana atau keuangan. Padahal haji itu tidak perlu dipaksakan kalau belum mampu. Agama itu mudah sebetulnya,” tambah Menag.

Menghadapi tangan-tangan kotor di kalangan Depag serta bank BPS BPIH yang nakal, Menag mengaku pihaknya terus melakukan perbaikan-perbaikan dan penyempurnaan. Menag juga membuka diri untuk menerima saran dan kritik dari masyarakat luas seputar penyelenggaraan haji. ”Kalau ada kesalahan dari kami, kami terimakasih jika diperingatkan. Tapi bukannya berupa fitnah,” tegas Menag.

Penyempurnaan itu antara lain dengan menghapuskan fasilitas haji bagi para pejabat dan tokoh-tokoh. Dulu ada fasilitas yang diberikan pada pejabat dan tokoh-tokoh. Padahal fasilitas ini dananya diambil dari ONH. Di satu sisi memberi fasilitas, sementara masyarakat atau warga yang berhaji dibiarkan ‘keleleran’.

“Nah dengan memotong fasilitas ini, dapat terkumpul sejumlah uang yang kemudian kami bisa memberikan makan pada jamaah haji selama berada di Madinah,” ucap Menag.